Follow by Email

Minggu, 18 Desember 2011

Resiliance (Daya Tahan Hidup)

MENJADI RESILIEN DIDALAM SITUASI KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Dharmayati Utoyo Lubis, MA., Ph.D. Psikolog (Dekan FPsi. Univ. Indonesia)

Bgmn anda bereaksi ketika menghadapi kesulitan?

-Apakah anda memiliki kondisi dalam hidup anda yang dpt membantu anda menjadi resilien?

Apakah resilien itu
-Resilien = daya lentur
-Istilah lain keteguhan mental
-dalam psikologi disebut kapasitas positif pada manusia dalam menghadapi stres dan kesulitan
-Resiliensi: proses sukses beradaptasi kepada pengalaman hidup yang menyenangkan.

Individu yang resilien dapat mengambil hikmah dari pengalaman yang tidak menyenangkan.
(Contoh:seseorang memiliki pengalaman sebagai berikut; sejak kecil aku rasa, hidup ku penuh kesulitan;
usia1-3 Thn,diriku tinggal menumpang dengan keluargaku dirumah rang lain baik family maupun relasi papa.
Usia 3-5, akumengalami masa ditinggal papa bekerja, ibu ku mengurus kami sendiri, kadang ia mengalami berbagai ujian baik dari keluarga papa, maupun dari oknum masyarakat yang menggoda ibuku dan memfitnah ibuku.
Usia 5-7, masih sama pengalaman hidupku seperti yang lalu penuh ketidak percayaan indri, intimidasi orang lain, baik teman, orang dewasa, preman jalanan,guru,dall.
'Usia 7-10, berlanjut kehidupanku menjadi lebih sulit karena bapak ku yang punya gengsi tinggi dan ibuku yamg memiliki rasa elegan dan eklusif -meski kami dalam kondisi pas-pasan, menyekolahkan diriku ke tempat yang sangat jauh bagi seorang anak, yaitu: sd tanjung Duren 03 [pagi. menurutku itu tempat yang jauh, lebih dari 10 km.
Usia 10-18, hidupku penuh kemudahan karena kami pindah ke Banduung  dekat dengan keluarga ibu yang mayoritas mapan dan bekerja sebagai pegawi negeri.
Usia 19-26, kehidupanku mulai ditimpa kesialan karena kuliah/sekolah dipaksa tanpa dibiayai, Bapak ku pergi begitu saja ditemani dengan wanita-wanita kenalannya.jarang ke rumah dan tidak dapat menafkahi kami dengan baik, padahal menurut saya ia sanagat mampu-khususnya apabla tidak berhubungan dengan wanita-wanita di manggarai, saya taksir ada sejumlah 15 orang...paraaaah!
Usia 27-28, hidup dengan bapak dan mendapat pekerjaan di konsultan managemen. selama 2 tahun saya masih belum dapat memaknai apa arti bekerja.
Usia 28-29, selama 1 tahun kurang dapat menikmati jalan-jalan dan mendapat penghasilan yang culup tinggi di berikan  setengah gaji untuk mama. Bapak ku sangat senang sekali aku memberikannya modal 500rb tiap bulan untuk jualan nasi goreng thailand. tai akhirnya bangkrut tidak tersisa satu apapun, meskipun hanya sekedar piring. ataupun sendok.
Usia 29-35, hidupku saat ini sangat beruntung, memiliki anak yang rupawan, istri yang cantik beserta keluarganya yang baik, serta memiliki pekerjaan disebuah kampus di jakarta.
semoga disisa umurku, aku dapat mewujudkan keinginan ku memiliki kendaraan, rumah,sekolah, masjid dan pesantren erta mampu keluar di jalan Allah 4 bulan setiap tahun dalam dan luar negeri,amien)



Individu yang resilien dapat berkembang dibawah tekanan hidup sehingga lebih kuat,lebih baik dan lebih bijaksana.
(contoh: seorang memiliki berbagai kesulitan dalam hidupnya, ia tidak memiliki uang yang cukup karena penghasilannya yang kecil untuk menyewa sebuah tempat tinggal sehingga harus tinggal dengan orangtua istrinya.beserta keluhan-keluhan yang ia peroleh dari keluarga besarnya.setelah selama 2 tahun ia hidup dan tinggal di rumah orang tua istrinya.
Ia tidak memiliki kendaraan sehingga selama 2 tahun dia menjadi tanggungan sosial khususnya adiknya yang meminjamkan motornya selama 2 tahun dan saat ini akan menggantikannya dengan motor bekas yang akan dibelikan oleh ibu kandungnya.)


Mereka selalu mencari pelajaran dari kesulitan yang terjadi.
(contoh: seorang yang memiliki pengalaman seperti diatas ,akhirnya menarik pelajaran atas kesulitan hidup yang menimpnya. Secara ebih umum dan luas, maka pelajaran yang ia peroleh adal semakin dekat dengan yang Maha Kuasa, mengamalkan agama dan bersikap optimis serta senantiasa pasrah atas hasil yang akan diperoleh)

Faktor Sumber Resilien

Faktor I am:
a. Perasaan dicintai (Contoh; memiliki perasaan dicintai oleh keluarganya)
b. Mencintai,empati,altruistik (mencintai keluarga, sahaban dan masyarakat sekitanya)
c.Percaya diri (berani melakukan sesuatu karena faktor pengalaman yang sebelumnya pernah memikiki kemampuan untuk menyelesaikan tugas dengan baik, menyelesaikan masalah dan kemampuan bekerjasama.
d. Mandiri dan bertanggungjawab. (berani bangun sendiri, menyusun ,mengatur,melaksanakan pekerjaan sendiri, mampu mengevaluasi dan memberikan masukan yang baik).
e. Memiliki harapan dan keyakinan pada yang Kuasa.(tidak berputus asa, yakin bahwa dirinya dilindungi yang Maha Kuasa dan dapat mencapai kemenangan/kesuksesan pada masa yang akan datang).

Faktor I have:
Dukungan eksternal dan sumberdaya untuk meningkatkan resiliensi
(dukungan eksternal sangat mendukung, bukti kemampuan kita, bekerja denganpenuh keikhasan dan rasa tanggungjawab,mempunyai visi membangun kedepan).

Faktor I Have:
Sumber dukungan luar:
a.Trusting relationship (memiliki teman untuk berbagi yang memiliki kemampuan untuk menjaga kerahasiaan kita dan menjaganya sampai mati).
b. Struktur dan aturan dalam keluarga (anak pertama dengan 2 adik perempuan, memiliki satu rumah warisan dan sawah serta sedikit lahan ladang).
c. Role Models (A Agym, Mbah Nur Singgih, Pak syahrial Yusuf)
d. Akses kesehatan,pendidikan,kesejahteraan dan keamanan.(akse kesehatan, dokter tetangga Dr. Arwin, biaya relatif dapat terjangkau, mas anto di rs cipto mangn kusumo, mba Yuli, bidan; akses pendidikan lp3i group, univ. azzahra; akses kesejahteraan,belum berhasil; akses keamanan; jamaah dakwah halaqah ciledug)

Factor I can:
Kompetensi sosial dan interpersonal
a. berkomunikasi (memiliki teman berkomunikasi dikampus;saudara dadi, teman pengajian dan teman berdakwah, teamn berbagi dalam kesulitan dan kelapangan)
b. Memecahkan masalah (senantiasa menyelesaikan masalah dengan bermusyawarah)
c. Pengelolaan perasaan dan dorongan (dengan banyak berzikir, bertafakur, berdakwah sehingga dapat menenangkan diri dan mengingat kembali bahwa dalam kehidupan ini ada yang mengatur dan ada yang Maha Kuasa yang dapat menolong kita dalam setiap keresahan, kegungahan dan kesulitan).
d, Mengukur temperamen diri danorang lain )dapat memahami perasaan orang lain, baik saat marah, tidak senang, tersinggung, ingin sendiei serta berusaha untuk menjaga hati dan perasaannya).
e. Mencari Trusting relationship. (mencari teman yang setia di rumah, masyarakat dan komunitas khusus,seperti pengajian, pesantren, hobi,dll)

Kualitas yang dimiliki orang yang memiliki resilien:
-ingin tau yang besar (apa yang lain nih?)-setalah kejadian sulit yang telah terelesaikan dan berangsur berlalu, kemudian menanti kejadian apa lagiyang akan menimpa dirinya).
-Selalu belajar dari kejadian yang dialami (apa yang dapat diambil pelajaran dari kejadian ini?)-pelajaran apa yang dapat diambil dari penyelesaian kesulitan dan tantangan hidup yang telah terjadi).
-Cepat beradaptasi,fleksibel mental dan emosional.(sangat mudah menyesuaikan diri dengan orang lain atau lingkungannya,baik dirumah,masyarakat, maupun di komunitas).
-Punya kepercayaan diri yang kuat (semua harus difokuskan kepada keberhasilan yang telah diperolehnya,bahwa saya bisa menyelesaikan sesuatu yang sulit).
- Jujur mengungkapkan perasaan (kepada rekan yang sesuai dengan syar'i).
- Optimis (pasti dapat cara untuk bisa menjadi lebih baik).
- Berempati (bagaimana rasanya kalau menjadi mereka)
-Berintuisi (apa yang akan dikatakan oleh badan saya)
-Mempertahankan diri (fightback)
-mampu merubah  nasib buruk menjadi baik.
-makin lama,makin baik/kuat (makin kompeten,enjoylife,tegar)

Penting diingat:
-fikiran dan perasaan dapat menjadi hambatan atau sebaliknya menjai jembatan ke masa depan yang lebih baik.
- Perjuangan untuk membel atau pulih kembali dari kesulitan akan membawa pada pengembangan kekuatan dan kemampuan yang mungkin tadinya anda pikir tidak mungkin ada).

10 cara membangun Resilein:
1. Menjaga hubungan dengan keluarga,teman, komunitas.
2. Hindari melihat krisi dan kejadian yang buruk.
3. Menerima keadaan yang tak mungkin berubah
4. Mengembangkan sasaran yang realistis dan terus berusaha mencapainya.
5. mengambil action yang mantap dalam situasi yang tidak menguntungkan
6. Selalu melihat kesempatan penemuan diri saat mengalami kesulitan
7. Mengembangkan kepercayaan diri
8. Melihat keadaan stress yang lebih luas.
9. Tetap punya harapan dan menvisualisasikan apa yang diinginkan.
10. Mengurus kesehatan fisik dan psikis, memperhatikan perasaan & kebutuhan diri sendiri dan melakukan aktifitas-aktifitas yang enjoyable.
11. Meningkatkan spiritualitas.


---------selamat berlatih, semoga sukses-------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar